Friday, April 11, 2008

PENDEKATAN SEL SEDIMEN (Sediment Cell)

Wilayah pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut, dengan batas ke
arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih
mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti angin laut, pasang surut, perembesan air laut
(intrusi) yang dicirikan oleh vegetasinya yang khas, sedangkan batas wilayah pesisir ke
arah laut mencakup bagian atau batas terluar daripada daerah paparan benua (continental
shelf), dimana ciri-ciri perairan ini masih dipengaruhi oleh proses alami yang terjadi di
darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun proses yang disebabkan oleh
kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran (Bengen, 2002).
Berdasarkan batasan tersebut di atas, beberapa ekosistem wilayah pesisir yang
khas seperti estuaria, delta, laguna, terumbu karang (coral reef), padang lamun
(seagrass), hutan mangrove, hutan rawa, dan bukit pasir (sand dune) tercakup dalam
wilayah ini. Luas suatu wilayah pesisir sangat tergantung pada struktur geologi yang
dicirikan oleh topografi dari wilayah yang membentuk tipe-tipe wilayah pesisir tersebut.
Wilayah pesisir yang berhubungan dengan tepi benua yang meluas (trailing edge)
mempunyai konfigurasi yang landai dan luas. Ke arah darat dari garis pantai terbentang

0 comments: